PEMILIHAN MEDIA UNTUK PEMBELAJARAN
PEMILIHAN
MEDIA UNTUK PEMBELAJARAN
Disusun
guna memenuhi tugas presentasi mata kuliah “Media Pembelajaran PAI”
Pada: Senin, 18 Maret 2019

Dosen
Pengampu:
Zeni
Murtafiati Mizani, M.Pd.I.
Disusun
Oleh:
Akhmad
Rizki Ahsani (210317431)
Oktavia
Nurul H (210317422)
Rini
Puri Rahayu (210317411)
KELOMPOK
5-KELAS PAI (M)
JURUSAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada hakikatnya
proses belajar mengajar adalah proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar
dikelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru dan siswa
bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Berbagai media
pembelajaran yang beraneka ragam jenis tentunya tidak akan digunakan secara
bersama-sama dalam waktu bersamaan. Oleh karena itu di perlukan pemilihan media
yang tepat. Pemilihan media pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai. Media merupakan salah satu sarana untuk
meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Karena beraneka ragamnya media,
maka masing-masing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.
Seiring dengan
perkembangan teknologi, maka berbagai model pembelajaran yang diterapkan di
dalam kelas juga mengalami perkembangan. Seorang pendidik memang masih tetap
merupakan salah satu sumber belajar
tetapi tidak lagi satu-satunya sumber belajar bagi peserta didiknya. Pendidik
menggunakan sumber belajar lain yang disebut sebagai media untuk pembelajaran
peserta didiknya. Oleh karena itu sebelum pendidik menggunakan media dalam
proses belajar mengajar, maka pendidik dituntut untuk mengetahui bagaimana
teknik pemilihan media pembelajaran agar media yang digunakan dapat berfungsi
sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa Prinsip-Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media dalam Pembelajaran?
2.
Apa Dasar Pertimbangan Pemilihan Media dalam Pembelajaran?
3.
Bagaimana Model atau Prosedur Pemilihan Media
C.
Tujuan Pembahasan
1.
Untuk Mengetahui Prinsip-Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media
2.
Untuk Mengetahui Dasar Pertimbangan Pemilihan Media dalam
Pembelajaran
3.
Untuk Mengetahui Model atau Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Prinsip-Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media
1.
Prinsip-prinsip pemilihan media
Pemilihan
media merupakan keputusan yang menarik dan menentukan terhadap ketepatan jenis
media yang akan digunakan., yang selanjutnya sangat mempengaruhi efektivitas
dan efisiensi proses pembelajaran. Dalam menentukan ketepatan media yang akan
dipersiapkan dan digunakan melalui proses pengambilan keputusan adalah
berhubungan dengan kemampuan yang dimiliki oleh media termasuk kelebihan dari
karakteristik media yang bersangkutan dihubungkan dengan berbagai komponen
pembelajaran. Belum tentu jenis media yang mahal, yang modern , yang lebih
serba maju akan mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien.
Sebaliknya jenis media sederhana, harganya murah, mudah dibuat atau mudah
didapat mungkin lebih efektif dan efisien dibanding yang lebih modern tersebut.
Begitu juga posisi media dalam pola pembelajaran yang akan dilaksanankan sangat
mempengaruhi ketepatan jenis media yang akan digunakan. Sebelum melakukan
proses pemilihan media ada beberapa hal
yang harus diperhatikan, antara lain:
a.
Adanya kejelasan maksud dan tujuan pemilihan media
Tujuan pemilihan media harus dihubungkan dengan tujuan dari
penggunaan media. Tujuan penggunaan media bermacam-macam, seperti sekedar
pengisi waktu, untuk hiburan, untuk informasi umum, untuk pembelajaran. Jika
tujuannya untuk media pembelajaran apakah untuk mencapai tujuan kognitif,
afektif, atau psikomotorik termasuk yang harus diperhatikan masing-masing dari
aspek tujuan.
b.
Adanya familiaritas media
Istilah
familiaritas berasal dari famili atau keluarga artinya mengenal utuh tentang
media yang akan dipilih sampai sekecil-kecilnya termasuk kekurangan dan
kelebihan. Setiap jenis media mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda
satu sama lain. Oleh karena itu, sebagai teknologi pendidikan harus mengenal
betul sifat dan karakteristik dari masing-masing media tersebut agar media yang
akan dipilih betul-betul tepat sesuai dengan yang dibutuhkan dalam kegiatan
pembelajaran.
c.
Ada sejumlah media pembelajaran yang dapat dipilih atau
diperbandingkan.
Pada
hakikatnya pemilihan adalah proses pengambilan keputusan untuk menetapkan media
yang paling cocok dipakai untuk kegiatan pembelajaran. Begitu juga jika jenis
media yang diperbandingkan terbatas maka jenis media yang ditetapkan untuk
digunakan juga terbatas apa adanya. Semakin banyak yang dipilih maka akan
semakin menentukan kualitas media yang dipilih.
d.
Ada sejumlah kriteria atau norma yang dipakai dalam proses
pemilihan
Sejumlah
kriteria atau norma yang dikembangkan harus disesuaikan dengan keterbatasan
kondisi setempat mulai dari tujuan yang ingin dicapai, fasilitas, tenaga maupun
dana, dampak kemudahan yang diperolehnya serta efisiensi dan efektivitasnya.[1]
Berikut ini beberapa prinsip yang harus diperhatikan saat guru
memilih media untuk pembelajaran yang akan dilaksanakannya:
a.
Prinsip Efektivitas dan Efisiensi
Dalam
konsep pembelajaran, efektivitas adalah keberhasian pembelajaran yang diukur
dari tingkat ketercapaian tujuan setelah pembelajaran selesai dilaksanakan.
Sedangkan efisiensi adalah pencapaian tujuan pembelajaran dengan menggunakan
media, waktu, dan sumber daya seminimal mungkin.
Media
yang telah memenuhi aspek efektivitas dan efisiensi tentunya akan mendukung
pencapaian pembelajaran dan mempermudah peserta didik dalam menyerap materi
yang diberikan.[2]
b.
Prinsip taraf berpikir siswa
media
pembelajaran juga harus dipilih berdasarkan prinsip taraf berpikir siswa. Jika
tidak, maka bisa berakibat peserta didik bukannya semakin mudah memahami materi
yang diberikan, tetapi malah semakin bingung dan tidak fokus pada tujuan dan
materi pembelajaran sehingga tidak dapat memperoleh hasil pembelajaran seperti
yang diharapkan. Contoh media pembelajaran di SD tentang struktur organ tubuh
manusia harusnya tidak serumit media yang digunakan di SMP atau SMA.
c.
Prinsip Interaktivitas
Interaktivitas
yang dimaksud yaitu seberapa besar kemungkinan peserta didik dapat berinteraksi
dengan media pembelajaran yang digunakan? Semakin interaktiv, semakin bagus
media pembelajaran tersebut karena lebih mendorong siswa untuk terlibat aktiv
dalam belajar.
d.
Alokasi waktu
Penggunaan
media pembelajaran harus sesuai dengan ketersediaan waktu untuk materi
pelajaran tersebut karena alokasi waktu menjadi pertimbangan yang sangat
penting. Akan tetapi seringkali ketersediaan waktu bisa disiasati dengan berbagai
cara berdasarkan pengalaman yang dimiliki oleh seorang guru.
e.
Prinsip Fleksibilitas
Media
pembelajaran dikatakan mempunyai fleksibilitas yang baik apabila dapat
digunakan dalam berbagai situasi. Karena saat proses pembelajaran, terkadang
terjadi perubahan situasi yang berakibat tidak dapat digunakannya suatu media
pembelajaran.
f.
Prinsip keamanan
Guru
harus berhati-hati dalam memilih media pembelajaran. Ada media pembelajaran
yang jika tidak berhati-hati dalam penggunaannya dapat mengakibatkan kecelakaan
atau terluka pada peserta didik. Media pembelajaran yang dipilih haruslah media
pembelajaran yang aman bagi mereka sehingga hal-hal yang tidak diinginkan saat
pembelajaran sedang berlangsung tidak terjadi. Contoh: media pembelajaran yang
mudah terbakar, tajam, panas, atau bahan-bahan kimia yang bersifat korosif.[3]
2.
Prinsip-prinsip penggunaan media
Penggunaan
media pembelajaran dalam proses pembelajaran akan memberi kontribusi terhadap
efektivitas pencapaian tujuan pembelajaran. Berbagai hasil penelitian pada
intinya menyatakan bahwa berbagai macam media pembelajaran memberikan bantuan
sangat besar kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Namun demikian
peran tenaga pengajar itu sendiri juga menentukan terhadap efektivitas
penggunaan media dalam pembelajaran. Peran tersebut tercermin dari kemampuannya
dalam memilih media yang digunakan.[4]
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran perlu
mempertimbangkan beberapa prinsip, yaitu:
a.
Tidak ada satu media pun yang paling baik untuk semua tujuan. Suatu
media hanya cocok untuk tujuan pembelajaran tertentu, tetapi mungkin tidak
cocok untuk pembelajaran yang lain.
b.
Media adalah bagian integral dari proses pembelajaran. Hal ini
berarti bahwa media bukan hanya sekedar alat bantu mengajar guru saja, tetapi
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. Penetapan suatu
media haruslah sesuai dengan komponen lain dalam perancangan pembelajaran.
Tanpa alat bantu mengajar mungkin pembelajaran tetap dapat berlangsung , tetapi
tanpa media itu tidak akan terjadi.
c.
Media apapun yang hendak digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk
memudahkan belajar peserta didik. Kemudahan belajar peserta didik haruslah
dijadikan acuan utama pemilihan dan penggunaan suatu media.
d.
Penggunaan berbagai media dalam suatu kegiatan pembelajaran bukan
hanya sekedar selingan/ pengisi waktu atau hiburan, melainkan mempunyai tujuan
yang menyatu dengan pembelajaran yang berlangsung.
e.
Pemilihan media hendaknya objektif, yaitu didasarkan pada tujuan
pembelajaran, tidak didasarkan pada kesenangan pribadi tenaga pengajar.
f.
Penggunaan beberapa media sekaligus akan dapat membingungkan
peserta didik. Penggunaan multi media tidak berarti menggunakan media yang
banyak sekaligus, tetapi media tertentu dipilih untuk tujuan tertentu dan media
yang lain untuk tujuan yang lain pula.
g.
Kebaikan dan kekurangan
media tidak tergantung pada kekonkritan dan keabstrakannya saja. Media yang
konkrit wujudnya, mungkin sukar untuk dipahami karena rumitnya, tetapi media
yang abstrak dapat pula memberikan pengertian yang tepat. [5]
B.
Dasar Pertimbangan Pemilihan Media dalam Pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki karakteristik masing-masing.
Maka dari itu, seorang guru harus mampu memilih media pembelajaran yang sesuai
dengan kebutuhan pada saat mengajar. Hal ini dimaksudkan agar media yang
digunakan benar-benar menjadi alat bantu yang dapat memaksimalkan pencapaian
tujuan pembelajaran, bukan malah menjadi penghalang dalam proses belajar
mengajar itu sendiri. Berikut adalah beberapa hal yang bisa digunakan sebagai
dasar pertimbangan seorang guru dalam memilih media pembelajaran yang akan
digunakan:
1.
Dukungan terhadap isi pelajaran, artinya bahan pelajaran yang
sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan
media agar lebih mudah dipahami peserta didik.
2.
Keterampilan guru dalam menggunakannya; apapun jenis media yang
digunakan, syarat utama adalah guru dapat menguasainya dengan baik. Karena
nilai yang tersampaikan bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaan
media tersebut terhadap interaksi belajar mengajar dikelas.
3.
Sesuai dengan taraf berpikir siswa, agar makna yang terkandung di
dalamnya dapat dengan mudah dipahami oleh peserta didik.[6]
4.
Praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau
sumber daya yang lainnya tidak perlu dipaksakan.
5.
Pengelompokkan sasaran, entah entah dalam kelompok besar, kelompok
sedang, kelompok kecil, atau perorangan.[7]
Ada beberapa pertanyaan praktis yang dapat digunakan dalam rangka
pemilihan media sebagaimana dikemukakan oleh Arief S. Sukadi (1986: 86),
sebagai berikut:
1.
Apakah media yang bersangkutan relevan dengan tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai?
2.
Apakah media sumber informasi, katalog, dan sebagainya mengenai
media yang bersangkutan?
3.
Apakah perlu dibentuk tim untuk mereview yang terdiri dari calon
pemakai?
4.
Apakah media yang tersedia di pasar yang telah di validasi?
5.
Apakah media yang bersangkutan boleh direview terlebih dahulu?
6.
Apakah tersedia format review yang telah dibekukan?[8]
C.
Model atau Prosedur Pemilihan Media Pembelajaran
Sebagaimana yang dikembangkan oleh arif S sadiman ada 3 model yang
dapat dijadikan prosedur dalam pemilihan media yang akan digunakan, yakni :
1.
Model flowchart
Model
ini menggunakan sistem eliminasi dalam pengambilan keputusan pemilihan.
2.
Model matrik
Berupa
penangguhan proses pengambilan keputusan pemilihan sampai seluruh kriteria
pemilihannya diidentifikasi.
3.
Model checklist
Yang
menangguhkan keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan.
Diantara
model-model pemilihan media tersebut, yang lebih populer digunakan dalam media
jadi (by utilization) adalah model checklist. Untuk model matrik lebih sesuai
digunakan dalam menentukan media rancangan (by design). Sedangkan model
flowchart dapat digunakan baik untuk menggambarkan proses pemilihan media jadi
maupun media rancangan.
Anderson lebih
menitik beratkan pemilihan media yang didasarkan sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dari pengembangan intruksional. Dia membagi media menjadi 10
kelompok. Yaitu :
1.
Media audio
2.
Media cetak
3.
Media cetak plus suara
4.
Media proyeksi visual diam
5.
Media proyeksi visual diam plus suara
6.
Media visual gerak
7.
Media audio visual gerak
8.
Objek
9.
Sumber manusia dan lingkungan
10.
Media komputer
Prosedur pemilihannya dimulai dari informasi atau pesan yang akan
disampaikan bersifat instruksional apakah akan berfungsi sebagai sarana belajar
(media) atau sarana mengajar (peraga). Selanjutnya menentukan strategi
instruksional, apakah ingin memberikan pengalaman belajar sikap, keterampilan
fisik atau kognitif.
Prosedur lain sebagaimana yang dikemukakan oleh wilbur schramm yang
lebih menitik beratkan pada kesesuaian media yang akan digunakan dengan tingkat
kesulitan pengendaliannya oleh si pemakai. Kemudian model schram ini di
adaptasi dan dimodifikasi oleh yusuf hadi miarso dan kawan-kawan menjadi
beberapa komponen yang digambarkan dalam bentuk matriks.[9]
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Pemilihan media
meupakan hal yang sangat peting dalam proses pembelajaran karena menentukanefektif
tidaknya pembelajaran. ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam
pemilihan media pembelajaran, diantaranya: prinsip
efektivitas
dan efisiensi, prinsip
taraf berpikir siswa, prinsip interaktivitas, alokasi
waktu, prinsip
fleksibilitas, dan prinsip keamanan. Dalam penggunaannya pun juga harus memperhatikan beberapa prinsip,
diantaranya: Tidak ada satu media pun yang
paling baik untuk semua tujuan, media
adalah bagian integral dari proses pembelajaran, dsb.
2. Beberapa hal
yang bisa digunakan sebagai dasar pertimbangan seorang guru dalam memilih media
pembelajaran yang akan digunakan: dukungan terhadap isi pelajaran, keterampilan
guru dalam menggunakannya, sesuai dengan taraf berpikir siswa, praktis, luwes,
dan bertahan, pengelompokkan sasaran.
3.
Sebagaimana yang dikembangkan oleh arif S sadiman ada 3 model yang
dapat dijadikan prosedur dalam pemilihan media yang akan digunakan, yakni : Model
flowchart, Model matrik, Model checklist.
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, R.H. Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran. 1983. Jakarta: PAUT dan CV. Rajawali.
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. 2006. Jakara: Raja
Grafindo Persada.
Arsyad,
Azhar. Rahman, Afsah. Media Pembelajaran. 2011. Jakarta: PT.
Raja grafindo Persada.
Degeng,
dkk. Media
Penidikan. 1993. Malang: FIP IKIP Malang.
M.
Basyiruddin. Media Pembelajaran. 2002. Jakarta: PT.
Intermasa.
Sundayana,
Rostina. Media dan Alat Peraga dalam
Pembelajaran Matematika. 2015. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Sungkono. 2008. Majalah Ilmiah Pembelajaran, No. 1, Vol. 4.
Usman, M. Basyiruddin. Media Pembelajaran. 2002. Jakarta:
Ciputat Press.
[1] R.H. Anderson,
Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran, (Jakarta: PAUT dan
CV. Rajawali, 1983)
[2] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakara: Raja
Grafindo Persada, 2006), 75-76
[4] Degeng, dkk, Media
Penidikan, (Malang: FIP IKIP Malang, 1993), 45
[5] Sungkono, Majalah
Ilmiah Pembelajaran, No. 1, Vol. 4, 2008, 76
[6] Rostina
Sundayana, Media dan Alat Peraga dalam
Pembelajaran Matematika, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2015), 17
[7] Azhar Arsyad,
Afsah Rahman, Media Pembelajaran, (Jakarta:
PT. Raja grafindo Persada, 2011), 76
[8] M. Basyiruddin
Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta:
Ciputat Press, 2002), 126
Komentar
Posting Komentar